Merapi bukan tontonan Bantu hijaukan kami
0 Comments »
Di maguoharjo aku mash bertahan bersama keluargaku. Tapi nenek sekarang sudah tidak ada lagi kerena sudah meninggal beberapa minggu yang lalu aku sungguh merasa kehilangan tapi sudahlah yang berlalu biarlah berlalu hadapi masa depa yang lebih baik. Sekarang di pengungsian maguoharjo sudah semakin sepai karena sebagia pengungsi sudah di perbolehkan pulang. Tapi sebagian warga yang tidak punya tempat tinggal seperti aku masih tetap bertahan di pengungsian maguoharjo. Saat ini yang aku ketahui hanya tinggal beberapa desa diantaranya desaku sidorejo, ngerangkah, jambu, kepuh harjo dan masih beberapa desa lagi. Saat ini aku selalu sbuk pulang ke rumah yang sudah rusak, di sana aku mulai membangun rumah bersama ibuku dan adiku dari sisa bangunan yang masih bisa di gunakan. Kebanyakan bangunan di desaku sudah hangus terbakar ada juga yang sudah rubuh akibat dari awan panas gunung merapi. Di desaku masih mending di banding desa pangukrejo sampai kinahrejo yang sudah rata semua dan hanya tinggal pondasi saja. Di desaku air bersih sangat sulit di dapatkan karena saluran air terputus terkena material awan panas mrapai tapi untungnya ada bantuan sukarela dari PMI yang mengasih penampunagn air di desaku jadi air bersih masih bisa di dapatkan untuk keperluan seperlunya. Setiap hari di desaku sangat ramai oleh pengunjung yang ingin melihat keadaan di daerahkami yang sudah rusak bantuanpun mulai berdatangn dari sukarela yang membantu kami. Aku sangat berterimakasih atas semuanya yang telah di berikan kepadakami sedikitpun itu sangat bermanfaat bagi kami. Saat hujan mulai turun kami tidak bisa bertebuh hanya menggunakan jashujan untuk melindungi diri. Karena bangunan masih dalam perbaikan dan belum layak untuk di huni kembali. Butuh beberapa tahun untuk membangun desa kami kembali seperti dulu lagi. Kemungkinan dusun paling atas di bawah garis merah adalah Pangukrejo. Dan desaku juga termasuk pedukuhan Pangukrejo. Tumbuhan di daerah kami tinggal sudah gungul tidak ada pepohonan yang tumbuh kecuali rerumputan dan bambu yang masih bisa tumbuh. Semuanya sudah habis akibat awan panas dari gunung merapi. kami hanya bisa berharap semuanya bisa hijau kembali seperti dulu kala dengan penanaman penghijauan kembali.
0 Responses to "Merapi bukan tontonan Bantu hijaukan kami"
Posting Komentar